Popular Posts

Minggu, 22 Januari 2017

Kasih Ibu Kepada Beta Tanpa Batas Dan Tanpa Syarat ( Shi Sang Chi You Mama Hau )

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Alkisah, ada sepasang kekasih yang hidup saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya raya dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati. Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tersebut. Sebagai orang yang terpandang di kota tersebut, latar belakang wanita tersebut akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia. Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tersebut bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat patuh pada orang tuanya). 

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orangtuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga menjadi stress karena gagal membujuk anak satu-satunya agar berpisah dengan wanita tersebut yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang orangtua mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar. Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tersebut untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya. Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar dan orang-orang tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan-lahan.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tersebut meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi dan menggugurkan kandungannya. Uang tersebut dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain. Sang wanita menangis tersedu-sedu, dalam hati kecilnya ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tersebut. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?. Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tersebut untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. 

Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua, kata sang ibu. 
Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan-penolakan akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut. 

Sang wanita yang malang tersebut tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.
Detik .. Menit …. Jam …. Hari …. Minggu ………Tahun …… Tak terasa Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki-laki. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba-tiba sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. baca juga Kisah Nyata Istri Yang Mengkhianati Suaminya Dan Selingkuh

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Anak tersebut harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tersebut akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman. Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tersebut terdiri dari obat-obatan herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat-obat herbal tersebut, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar. Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tersebut telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian. Diantara tangisannya, ia tiba-tiba mendapatkan ide. 

Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat? Hujan lebat pun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu. Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. 

Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama-sama menyanyikan lagu Shi Sang Chi You Mama Hau (terjemahannya Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik). Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari-hari mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas. Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tersebut, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tersebut, karena ia akan membelinya bulan depan. 
Apakah kamu punya uang? tanya sang pemilik toko. 
Tidak sekarang, nanti saya akan punya, kata sang anak dengan serius. 
Ternyata, bulan depan sang anak benar-benar muncul untuk membeli jam tangan tersebut. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main-main. 
Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya 
Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?
Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. 
Oya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah kata sang anak. 

Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tersebut. Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tersebut. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba-tiba tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tersebut. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab. Apakah kamu mencuri, Nak? Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berklai-kali tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. 
Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini? kata sang ibu. Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya. Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tersebut heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. 
Ia sebenarnya anak yang baik, kata salah satu tetangganya.
Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya. Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba-tiba sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.
Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya. 
Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba-tiba muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tersebut, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tersebut, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu Maafkan saya, Nak.baca juga Istri Bosku Jatuh Cinta Padaku

Tidak Bu, saya yang bersalah Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang orangtua sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak. Ketika sang ibu dan anaknya berjalan-jalan ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu. Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan. Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya. Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya. Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. 

Satu-satunya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya. Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain-main di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu Shi Sang Chi You Mama Hau, lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak. Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. 
Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak kata ibu. 
Tidak apa-apa Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama-sama dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu, kata sang anak. 
Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat. Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta-ronta ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. 

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu, teriak sang anak dengan nada yang polos. 
Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu. 
Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi, sang anak mulai menangis. Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tersebut tidak didengarkan anak kecil tersebut. Sang anak menangis tersedu-sedu 
Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu. 
Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan 
Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tersebut. 
Tampak anaknya meronta-ronta dengan ledakan tangis yang memilukan. Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu-satunyanya alasan untuk hidup, anaknya tercinta. Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga………. Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. 

Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan. Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tersebut, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga,sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu. Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tersebut, menangis Ibu benar-benar tidak menginginkan saya lagi.

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang. Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tersebut. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan-tulisan imut anaknya dalam surat itu. Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tersebut, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya. Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba-tiba ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tersebut. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. 

Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tersebut untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya. Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling-guling jatuh ke bawah. Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana-mana, tetapi hasilnya nihil. Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil,dipersimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tersebut terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit. Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku? Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu Shi Sang Ci You Mama Hau dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tersebut saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru Ibu? Ini saya ibu. Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba-raba muka sang anak, lalu bertanya, Apakah kamu ??..(nama anak itu)? 
Benar bu, saya adalah anak ibu? Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi. Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.

Perenungan untuk kita renungkan bersama-sama :
Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya.. Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, disaat Ibu masih muda, atau pun disaat Ibu sudah tua :
1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang-orang disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ……….. 
Tidak diragukan lagi Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini. Ingin bergabung dalam sebuah MISI MULIA ?

Ada 2 tindakan yang dapat Anda lakukan :
1. Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia ini), ajaklah ia untuk keluar makan atau jalan-jalan MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2. Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda, telponlah dia malam ini juga, just to say hello. 
Catatlah hari ulang tahunnya, rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan makanan favoritnya, dan seterusnya.
2. Kirimkan kisah ini kepada saudara/i Anda, teman2 Anda, maupun rekan-rekan kerja Anda. Bagi sebagian dari mereka, kisah ini mungkin akan seperti setetes embun yang menyegarkan jiwa mereka, yang terkadang terlalu sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Anda sungguh berjasa dalam hal ini.
Semoga Semua Ibu Di Dunia Berbahagia Selalu.

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Tempat bermain poker online Terpercaya,  domino99 online, Capsa Susun , Serta AduQ paling besar di Indonesia. 
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker

DAFTAR SEKARANG dan mainkan 6 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 15.000 di 188Domino. 
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99, Capsa Susun dan Bandar Poker.


Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.188domino.com
BBM : D3D8E67F
Line : 188domino
Yahoo Messenger : domino.188@yahoo.com

Sabtu, 21 Januari 2017

Istri Bosku Jatuh Cinta Padaku

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Aku dibesarkan dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Biasa dalam segala hal; ya pendidikan, ya materi ekonomi. Aku sebenarnya tidak berkecil hati, karena tetangga di sekitarku juga begitu. Tamat SD ya syukur, tidak tamat juga syukuran. Syukuran dalam arti pernah mengecap sekolah. Jadi kalau aku bisa sekolah sampai SMP bagiku itu lebih dari bersyukur. Apalagi kemudian aku bisa menyelesaikan hingga SMA. 

Semua itu berkat jasa baik Bapak Hadi (bukan nama sebenarnya). Beliau adalah seorang pengusaha bibit buah-buahan. Pertemuan kami dimulai dari suatu hari karena jalanan yang becek akibat hujan membuat roda mobilnya selip dan tak bisa jalan. Aku satu-satunya orang yang lewat di jalan ke kampungku. Aku mendorong mobil itu bersama sopirnya di tengah derasnya hujan. Karena terkesan, aku diajaknya ikut dalam mobil itu yang kebetulan menuju ke arah kampungku. Itulah awal pertemuanku dengan Pak Hadi. Waktu itu aku baru saja tamat SD. Beliau menyewa sebidang tanah tempat pembibitan di kampungku. 

Yang mengurusnya adalah ayahku, seperti juga orang-orang lain di kampungku, menjadi buruh mengurus kebun atau sawah. Aku dimintanya untuk ikut mengurus, menyiraminya setiap pagi dan sore, lalu memindahkannya sesuai umur bibit dan tingginya. Lalu jika sudah dikemas dalam plastik-plastik kecil dibawa ke kota dengan menggunakan truk, tempat penyimpanan bibit juga, untuk dipasarkan. Pak Hadi menjual bibit tanaman tidak hanya buah-buahan, tetapi juga bunga. 

Atas budi baik Pak Hadi aku meneruskan sekolah ke SMP. Biayanya ditanggung Pak Hadi dengan syarat asal mau bekerja sebelum dan sepulang sekolah. Demikianlah hingga aku SMA. Aku begitu menghormati Pak Hadi. Keuletannya dan kecerdasannya membuatnya hampir selalu beruntung dalam bisnisnya. Ada juga ia ditipu orang, pesan bibit banyak sekali tetapi uangnya tak bisa ditagih, kabur. 

Ia pantang berputus asa, Bukan rezeki kita, demikian ia sering berkata. Lapak bibit yang di kota dikelola oleh 2 orang pekerja, tempat dimana kemudian aku tinggal sambil sekolah. Sebuah rumah panggung yang kecil, saung untuk memasak dan kolam tempat menampung air untuk menyiram tanaman ada di sana. Kelak, di rumah panggung itulah aku mengalami kejadian yang tak bisa kulupakan. 

Diawali dari suatu hari, Bu Win (istri Pak Hadi) datang bersama putra sulungnya, Neng Yan (bukan nama sebenarnya) yang memintaku mengambilkan bibit bunga anggrek hutan untuk prakarya sekolah Neng Yan. Dari caraku memotong dan mengemas bunga anggrek itu berkali-kali Bu Win memujiku pintar dan cekatan. Bu Win dan Neng Yan memang biasa datang ke lapak bibit, baik bersama Pak Hadi atau datang sendiri. Karena umurku ketika itu sudah akil balig, dengan entengnya aku menggoda Neng Yan sebagai lebih pintar dan cekatan mengurus bunga. 

Biar cantik seperti Mamanya…,kataku menggoda. Tak dinyana. Omonganku yang sebenarnya ngawur itu ditanggapi lain oleh Bu Win. Ia menatapku sejenak. Kulihat ada rona merah saga di wajahnya. Aku merasa takjub melihatnya, sekaligus terbit penyesalanku karena telah berkata lancang. Tetapi, bukan kemarahan yang kemudian timbul, justru senyumanlah yang kemudian kudapatkan. Menurutku, itu adalah senyum perempuan dewasa yang paling indah yang pernah kulihat. 

Kau (disebutnya namaku) mulai nakal, katanya hampir-hampir tak kedengaran. Entahlah, apakah karena darah kelelakianku yang tersentuh atau karena suasana yang sedemikian, aku merasa sangat senang sore itu. Sampai-sampai aku seperti lupa belum makan dari pagi, membereskan ini-itu, menyiram dan sebagainya. 

Hei, Jungle Boy, sini makan dulu terdengar suara Neng Yan dari rumah panggung. Jungle Boy itu adalah ejekannya karena pekerjaanku yang mengurus kebun. Walau berkali kutolak untuk makan bersama karena aku merasa harus tahu diri, akhirnya aku datangi juga. Nah, pada saat makan itulah suasana jadi bertambah lain. Bu Win begitu memperhatikanku. Malahan, kalau aku tak salah ingat, nasi buatku makan dia sendirilah yang menyediakannya. Begitupun minumnya. Bagiku, itu diluar kebiasaan. 

Biasanya makan dan minum bagi kami sebagai pekerja ya ditinggal begitu saja. 
Ma, Yan mau bikin rangkaian anggrek lagi ya, nggak enak kalau dapat bikinan orang, kata Neng Yan sambil pergi ke luar. Tinggalah aku dan Bu Win di rumah panggung itu. Sungguh, aku belum pernah punya pengalaman apapun dengan perempuan, juga dengan teman di sekolahku. Cinta monyet atau apa. Bu Win juga tidak tepat disebut muda, walau juga belum pantas disebut tua. Sore itu aku merasai sesuatu yang aneh. Berkali-kali kutangkap ia sedang lekat memandangku. Kalau kebetulan pandanganku bersirobok, nyata sekali ada rona merah di wajahnya. 
Berapa tahun umurmu?katanya mengalihkan perhatian. 
Bulan depan tujuh belas tahun, kataku polos. 
Kau sudah punya pacar?
Belum, belum punya, kataku tergagap. Tak ada lagi percakapan sesudah itu. Hanya saja aku merasa aneh. Kulihat Bu Win di mataku menjadi sangat cantik dan menarik. Padahal biasanya, jikapun bertemu, ya biasa saja. Malahan aku sangat menghormatinya. Ya, karena ia adalah istri dari Pak Hadi, majikanku. Kejadian sore itu sangat membekas bagiku. Dan ternyata, juga bagi Bu Win. Besoknya, Bu Win datang lagi.

Saat itu hari Minggu. Dua pekerja yang lain sedang pergi mengangkut bibit bersama Pak Hadi. Pengangkutan bibit dapat memakan waktu seharian, bahkan kalau tempat tujuannya jauh bisa 2 hingga 3 hari. Sebenarnya hal begini juga sudah biasa, tetapi hari itu benar-benar jadi tak biasa. Aku dan Bu Win seperti sepasang merpati di taman yang sangat indah. 

Rumah panggung yang sepi dan jauh dari keramaian menjadi saksi, betapa kami betul-betul seolah lupa pada semuanya. Lupa pada pekerjaan, lupa siapa yang jadi majikan, lupa pada jenjang umur yang berbeda. Tak ada yang memaksa, tak ada yang dipaksa. 

Hari itu aku hilang keperjakaan. Sesudah segalanya terjadi, aku betul-betul merasa sangat berdosa. Malamnya aku tak dapat tidur. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku merutuk menyesali semuanya. Kalau tidak ingat ada dua pekerja lain, ingin rasanya aku menjerit-jerit sekuat tenaga. Mereka menganggap aku menangis karena ingat pulang. 

Namun di hari yang lain kejadian yang sama kembali berulang. Bahkan tidak jarang aku juga diajak ke rumahnya. Rumah Bu Win hampir selalu kosong karena Pak Hadi sering ke luar kota. Kami selalu tahu kapan Pak Hadi pergi. Aku tahu hal ini salah, tetapi aku tak tahu bagaimana cara menghentikannya. Aku benar-benar ingin berhenti, aku sedih setiap kali melihat Pak Hadi, Neng Yan ataupun para pekerja yang lain. Mereka benar-benar tak tahu apa yang terjadi di belakang mereka.
NB : Sumber berita dari kiriman pembaca 

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Tempat bermain poker online Terpercaya,  domino99 online, Capsa Susun , Serta AduQ paling besar di Indonesia. 
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker

DAFTAR SEKARANG dan mainkan 6 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 15.000 di 188Domino. 
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99, Capsa Susun dan Bandar Poker.


Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.188domino.com
BBM : D3D8E67F
Line : 188domino
Yahoo Messenger : domino.188@yahoo.com

Jumat, 20 Januari 2017

Kisah Nyata Istri Yang Mengkhianati Suaminya Dan Selingkuh

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Pernikahanku dengan Rudi (nama samaran) sudah memasuki tahun ke-10. Selama itu hubunganku dengan Rudi sangat harmonis. Apalagi dengan kehadiran tiga buah hati kami.Namun, petaka di dalam keluargaku mulai muncul tatkala aku mengenal facebook (FB). Gara-gara jejaring sosial inilah impianku untuk membangun rumah tangga yang utuh berantakan. Aku yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga tergoda dengan rayuan lelaki lain melalui FB.Cerita ini berawal ketika 2009 lalu aku diperkenalkan oleh suamiku tentang facebook. Saat itu, aku yang hanya bekerja di dalam rumah seakan mendapat hiburan baru. Suamiku pun senang karena melihat diriku tidak bosan menjaga anak di rumah. Sebulan mengenal facebook, aku menilai tak ada yang istimewa pada jaringan sosial ini. Namun, setelah mengenal chat (ngobrol), aku mulai menikmatinya. Apalagi banyak yang ingin berkenalan denganku.Baik itu laki-laki, maupun ibu-ibu. 

Wajahku memang ayu. Kulitku putih bersih. Saat ini usiaku sekitar 34 tahun. Aku memasang foto profil yang cukup menarik di facebook. Mungkin ini yang membuat banyak orang yang tertarik untuk berkenalan lebih jauh denganku.Dari sekian banyak lelaki yang menyapa aku di facebook, ada beberapa lelaki yang mengaku tertarik kepadaku. Walaupun saat itu aku mengatakan bahwa aku sudah punya anak dan suami. Sehingga, mereka tidak pantas untuk menyukaiku.Awalnya aku bertekad untuk tidak tergoda dengan bujuk rayu sejumlah lelaki di facebook. Namun, setelah aku mengenal Salam (samaran), semuanya berubah. Salam adalah salah satu pejabat di perusahaan BUMN di Sulsel. Salam betul-betul mampu menggoyahkan imanku. 

Bahasanya yang santun, dan caranya ia memerhatikanku di facebook telah membuat hati ini luluh. Setiap hari kami ngobrol lewat facebook. Bahkan kami saling bertukar pikiran tentang rumah tangga kami masing-masing. Ya … boleh dibilang kami saling curhat-curhatan. Dari sinilah perasaan aneh muncul, baik saya maupun Salam. Akhirnya, Salam menyatakan sayangnya lewat chat dan ingin berjumpa denganku.Aku yang sejak awal sudah tertarik dengan Salam tak mampu menolaknya. Namun, aku masih malu-malu menyatakan suka kepadanya.Setelah sekian bulan hanya chat di facebook, kami pun sepakat untuk bertemu. Kami kemudian melakukan pertemuan di salah satu restoran di bilangan Makassar bagian barat. Saat itu Salam datang seorang diri, sementara aku membawa anak bungsuku.Walaupun, aku menyukainya, aku tak ingin pertemuan kami menimbulkan fitnah. Perasaanku deg-degan saat bertemu dengan Salam. Ia pun menyapaku dengan suara berat. Ada yang lain muncul di dalam hatiku. 

Di tempat itu, Salam pun kembali menyatakan ketertarikannya kepadaku. Akupun menyatakan hal yang sama.Pertemuan dengan Salam di restoran tersebut bukanlah hal yang terakhir. Sejak pertemuan itu, kami pun sering janjian untuk bertemu. Bahkan, kadang, aku bertemu dengan Salam seorang diri tanpa membawa anakku. Kebetulan di rumah aku memiliki seorang pembantu rumah tangga. Rupanya, inilah awal dari keretakan rumah tanggaku dengan Rudi. Aku sudah mulai jarang di rumah tanpa sepengetahuan Rudi. Maklum, setiap hari Rudi bekerja mulai dari pagi hingga malam. Sementara, kadang aku selalu bertemu dengan Salam dari siang hingga sore. Salam telah membuka mataku tentang indahnya dunia ini. Ia mengajak aku shopping, wisata kuliner, dan mendatangi tempat-tempat hiburan lain. Ini semua kulakukan tanpa harus mengeluarkan duit. Aku seakan-akan sudah terjebak dalam kehidupan foya-foya. Walaupun aku sering foya-foya dengan Salam, sikapku di rumah tetap seperti biasa. 

Aku tetap melayani suamiku ketika ia baru pulang dari kantor, termasuk mengurus pakaian dan makanannya saat ia akan ke kantor di pagi hari.Setelah jalan bareng dengan Salam selama dua bulan, aku pun tak mampu menolak ajakan Salam untuk bertemu di hotel. Saat itu Salam sudah membooking satu kamar di salah satu hotel berbintang di Makassar.Sekitar pukul 11.00, aku datang menemuinya di kamar itu. Setelah kami berbincang-bincang selama beberapa menit, aku tak kuasa ketika Salam memeluk tubuhku. Akhirnya, aku pun terjebak, dan rela melakukan hubungan suami istri dengan lelaki yang bukan suamiku sendiri.

Sejak peristiwa itu, kami sering melakukannya, dari satu hotel ke hotel yang lain. Aku pun begitu menikmati kehidupanku ini. Namun, hatiku setiap hari berteriak. Aku tak rela mengkhianati suamiku yang sudah memberiku tiga orang anak. Apalagi ia begitu baik dan begitu mempercayaiku. Ia pun sangat disenangi oleh keluargaku.Aku ingin lepas dari kehidupan Salam yang harus kuakui telah memberi warna baru dalam hidupku. Ia pun mengaku tulus mencintaiku. Di depanku juga ia mengaku berdosa telah mengkhianati istrinya. Tapi, ia pun tak bisa meninggalkanku.Bulan berganti bulan, kehidupanku tak ada yang berubah. Aku pun dan Salam masih tetap jalan bareng. Bahkan, aku semakin takut kehilangannya. 

Namun, peribahasa yang mengatakan, sepandai- pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga telah terbukti kepada diriku.Sepandai-pandainya aku menyembunyikan hubunganku dengan Salam, akhirnya ketahuan juga oleh suamiku. Aku ketahuan selingkuh setelah suamiku membaca SMS Salam yang berisi kata-kata mesra. Ia pun memaksa aku untuk mengaku. Aku saat itu tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi suamiku langsung menghubungi nomor ponsel Salam. Awalnya Salam membantah, dan mengatakan bahwa ia dan diriku hanya berteman.Namun, setelah diancam oleh suamiku, Salam mengakuinya dan meminta maaf. 

Namun, suamiku sudah terlanjur sakit. Ia pun langsung menceraikanku. Saat ini aku, dan Rudi masih dalam tahap perceraian.Namun, dalam doaku setiap selesai shalat aku memohon maaf kepada Allah SWT, kepada suamiku, kepada anak-anakku dan kepada keluargaku karena aku telah menyia-nyiakan cinta mereka. Aku ikhlas menerima ini semua atas konsekuensi dari perbuatanku sendiri. Namun, aku masih tetap berharap untuk bisa kembali bersama dengan Rudi, dan akan aku buktikan untuk menjadi istri yang baik."

Sejatinya Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam kehidupannya sehari hari, tapi sayang, kenyataannya kita sendiri yang menyalahgunakan teknologi tersebut untuk hal-hal yang tidak baik, karena menurut data yang ada, sumber perceraian terbesar dunia saat ini adalah perselingkuhan via FACEBOOK disusul oleh TWITTER dan SMS/BBM.

Jadi gunakanlah semua teknologi itu dengan bijak, serta hati-hati dan waspadalah selalu karena setan akan terus menggoda untuk menyesatkan diri kita semua. Gunakanlah jejaring sosial untuk mendapatkan keberkahan silaturahim, mencari ilmu yang bermanfaat atau untuk syiar, dan terutama bagi wanita, janganlah memasang foto yang memperlihatkan aurat sehingga menarik perhatian lawan jenis.

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

 AGEN POKER | AGEN DOMINO | POKER ONLINE TERPERCAYA

Tempat bermain poker online Terpercaya,  domino99 online, Capsa Susun , Serta AduQ paling besar di Indonesia. 
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker

DAFTAR SEKARANG dan mainkan 6 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 15.000 di 188Domino. 
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99, Capsa Susun dan Bandar Poker.


Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.188domino.com
BBM : D3D8E67F
Line : 188domino
Yahoo Messenger : domino.188@yahoo.com